Assalamu’alaikum Warohmatullah …. ^^
Hai sobat, gimana kabar kamu hari ini ? Admin ngarep banget
nih saat kamu lagi baca postingan ini, hati kamu lagi bahagia, biar gak pusing
belajarnya. Menurut kamu fisika itu gimana sih ? Bikin pusing kali ya, baru liat
rumus-rumusnya aja udah tepok jidat apalagi ditambah kalo gurunya killer. Hmm,
jadi makin malas aja belajar fisika. Eiiits, sabar dulu sobat. Kamu tau gak
fisika itu penting banget dalam kehidupan loh, karena ternyata sangat banyak ilmu
fisika yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tapi kadang kita gak tau
kalo itu punya hubungan sama ilmu fisika. Contohnya nih, kenapa ya lampu bisa
nyala ? yang pastinya lampu penting banget kan buat kehidupan kita ? bayangkan
kalo kita belajar di malam hari tanpa cahaya lampu. So, fisika itu bukan hanya
sebatas rumus-rumus ya ..
Oke, jadi postingan kali ini membahas tentang materi fisika
yang ada hubungannya juga nih sama lampu, kira-kira materi apa ya ? Yaap,
itu dia “Listrik Dinamis”. Sebenarnya yang dimaksud dengan listrik dinamis apa ya ? Kalo statis kan
diam, dinamis bergerak, berarti listrik yang bergerak ? Benar gak sih ?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, yuukkk simak pembahasan di bawah ini !
Selamat belajar ..
Listrik Dinamis
Listrik dinamis adalah aliran partikel bermuatan dalam
bentuk arus listrik yang dapat menghasilkan energi listrik. Listrik
dapat mengalir dari titik berpotensial lebih tinggi ke titik berpotensial lebih rendah apabila kedua titik tersebut terhubung dalam suatu rangkaian tertutup.
Nah, sekarang sudah tau kan pengertian listrik dinamis ..
Dalam listrik dinamis kita akan mempelajari tentang komponen-komponen penyusun rangkaian, susunan rangkaian dan hukum-hukum yang berlaku pada rangkaian tersebut.
Kuat Arus Listrik (I)
Aliran listrik ditimbulkan oleh
muatan listrik yang bergerak di dalam suatu penghantar. Arah arus listrik (I)
yang timbul pada penghantar berlawanan arah dengan arah gerak elektron. Muatan
listrik dalam jumlah tertentu yang menembus suatu penampang dari suatu
penghantar dalam satuan waktu tertentu disebut sebagai kuat arus listrik. Jadi
kuat arus listrik adalah jumlah muatan listrik yang mengalir dalam kawat
penghantar tiap satuan
waktu. Jika dalam waktu t
mengalir muatan listrik sebesar Q,
maka kuat arus listrik I adalah:
Beda Potensial (V)
Secara Matematis, Hukum Ohm dapat dirumuskan menjadi persamaan seperti dibawah ini :
V = I x R
I = V / R
R = V / I
Beda Potensial (V)
Terjadinya arus listrik dari kutub positif ke kutub negatif
dan aliran elektron dari kutub negatif ke kutub positif, disebabkan oleh adanya
beda potensial antara kutub positif dengan kutub negatif, dimana kutub positif
mempunyai potensial yang lebih tinggi dibandingkan kutub negatif. Dengan
demikian, dapat dikatakan bahwa arus listrik timbul jika ada perbedaan
potensial. Beda potensial antara kutub positif dan kutub negatif dalam keadaan
terbuka disebut gaya gerak listrik dan dalam keadaan tertutup disebut tegangan
jepit.
Hukum Ohm
“Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah
penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial /
tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan
hambatannya (R)”.
Secara Matematis, Hukum Ohm dapat dirumuskan menjadi persamaan seperti dibawah ini :
V = I x R
I = V / R
R = V / I
Susunan
komponen-komponen listrik dalam rangkaian
Rangkaian Seri
Bila dilihat dari cara penyusunannya, maka rangkaian seri di susun dengan cara bersambung atau sejajar. Contohnya dalam kehidupan sehari-hari adalah pada lampu senter yang komponen baterainya disusun berurutan.
Rangkaian Paralel
Penyusunan komponennya dengan cara berderet. Kalau rangkaian ini contohnya adalah lampu listrik yang biasa kita gunakan dirumah.
Gambar disamping adalah rangkaian bercabang dengan hambatan disusun secara paralel. Pada rangkaian bercabang, maka jumlah kuat arus yang masuk titik cabang sama dengan jumlah kuat arus yang meninggalkan titik cabang tersebut. Sehingga :
Nah, ana mau kasi tau nih, kalo kalian mau mencoba mengukur arus, tegangan dan mau nyoba nyusun rangkaian tapi gak punya alat bahan, sekarang udah ada loh software yang mantep banget buat simulasi. Kita jadi ngerasa kayak di lab beneran. Software ini manfaatnya sebagai lab virtual. So, gak usah cemas kalo gak punya alat bahan. Nama softwarenya adalah multisim13 dan Circuit Wizard. Kalo ana sih lebih suka sama circuit wizard, tampilannya lebih menarik dan instrumennya udah 3D loh ^^ kerrreeeeen banget deh.
Ini gambar simulasi yang pernah ana coba :
Gimana ??? Kereen kan ???
Selain itu ada juga software Live Wire, lebih lanjut tentang software yang satu ini ayo KLIK DISINI.
Yuuup, sekarang kita lanjut lagi materinya.
Kalo kalian bingung bedain rangkain seri dan paralel, kalian bisa lihat ilustrasi di atas. Gambar 1 adalah ilustrasi rangkaian seri dan gambar 2 adalah ilustrasi rangkaian paralel.
Hukum Kirchoff
Hukum Kirchhoff merupakan salah satu hukum dalam ilmu Elektronika yang berfungsi untuk menganalisis arus dan tegangan dalam rangkaian. Hukum Kirchoff pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli fisika Jerman yang bernama Gustav Robert Kirchhoff (1824-1887) pada tahun 1845. Hukum Kirchhoff terdiri dari 2 bagian yaitu Hukum Kirchhoff I dan Hukum Kirchhoff II.
Hukum Kirchoff I
Bunyi Hukum Kirchhoff 1 adalah sebagai berikut :
Berdasarkan Rangkaian diatas, dapat dirumuskan bahwa :
I1 + I2 + I3 = I4 + I5 + I6
Hukum Kirchoff II
Bunyi hukum kirchoff II :
“Total Tegangan (beda potensial) pada suatu rangkaian tertutup adalah nol”
Berdasarkan Rangkaian diatas, dapat dirumuskan bahwa :
Vab + Vbc + Vcd + Vda = 0
Sekian dulu ya postingan kali ini, sampai bertemu di postingan-postingan berikutnya ^^
Oh iyaa, kalo kamu bosen baca dan lebih suka mendengar, kamu bisa nonton video di bawah ini sambil belajar yahh ^^ Okayy see you next time ..
Komponen sebuah rangkaian
listrik atau rangkaian elektronik dapat dihubungkan
dengan berbagai cara. Dua tipe paling sederhana adalah rangkaian seri dan
parallel. Rangkaian yang disusun secara sejajar disebut rangkaian seri,
sedangkan rangkaian yang disusun secara berderet disebut rangkaian paralel.
Komponen yang tersusun seri akan terhubung melalui satu jalur, sehingga aliran arus listrik
akan mengalir ke semua komponen. Pada rangkaian paralel, tegangan yang melewati
tiap komponen adalah sama, dan total arus adalah jumlahan arus yang melewati
tiap komponen .
Dalam praktek kehidupan sehari-hari,
komponen-komponen listrik seperti lampu dirangkai secara seri atau paralel.
Jaringan listrik di rumah misalnya dirangkai secara paralel. Itulah sebabnya
ketika salah satu jaringan lampu di rumah putus maka lampu yang lain tidak
padam.
Rangkaian Seri
Bila dilihat dari cara penyusunannya, maka rangkaian seri di susun dengan cara bersambung atau sejajar. Contohnya dalam kehidupan sehari-hari adalah pada lampu senter yang komponen baterainya disusun berurutan.
Rangkaian Paralel
Penyusunan komponennya dengan cara berderet. Kalau rangkaian ini contohnya adalah lampu listrik yang biasa kita gunakan dirumah.
Gambar disamping adalah rangkaian bercabang dengan hambatan disusun secara paralel. Pada rangkaian bercabang, maka jumlah kuat arus yang masuk titik cabang sama dengan jumlah kuat arus yang meninggalkan titik cabang tersebut. Sehingga :
Nah, ana mau kasi tau nih, kalo kalian mau mencoba mengukur arus, tegangan dan mau nyoba nyusun rangkaian tapi gak punya alat bahan, sekarang udah ada loh software yang mantep banget buat simulasi. Kita jadi ngerasa kayak di lab beneran. Software ini manfaatnya sebagai lab virtual. So, gak usah cemas kalo gak punya alat bahan. Nama softwarenya adalah multisim13 dan Circuit Wizard. Kalo ana sih lebih suka sama circuit wizard, tampilannya lebih menarik dan instrumennya udah 3D loh ^^ kerrreeeeen banget deh.
Ini gambar simulasi yang pernah ana coba :
Gimana ??? Kereen kan ???
Selain itu ada juga software Live Wire, lebih lanjut tentang software yang satu ini ayo KLIK DISINI.
Yuuup, sekarang kita lanjut lagi materinya.
Kalo kalian bingung bedain rangkain seri dan paralel, kalian bisa lihat ilustrasi di atas. Gambar 1 adalah ilustrasi rangkaian seri dan gambar 2 adalah ilustrasi rangkaian paralel.
Hukum Kirchoff
Hukum Kirchhoff merupakan salah satu hukum dalam ilmu Elektronika yang berfungsi untuk menganalisis arus dan tegangan dalam rangkaian. Hukum Kirchoff pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli fisika Jerman yang bernama Gustav Robert Kirchhoff (1824-1887) pada tahun 1845. Hukum Kirchhoff terdiri dari 2 bagian yaitu Hukum Kirchhoff I dan Hukum Kirchhoff II.
Hukum Kirchoff I
Merupakan Hukum Kirchhoff yang berkaitan dengan dengan arah arus dalam
menghadapi titik percabangan. Hukum Kirchhoff 1 ini sering disebut juga dengan
Hukum Arus Kirchhoff atau Kirchhoff’s Current Law (KCL).
Bunyi Hukum Kirchhoff 1 adalah sebagai berikut :
“Arus Total yang masuk melalui suatu titik percabangan dalam suatu rangkaian
listrik sama dengan arus total yang keluar dari titik percabangan tersebut.”
Untuk lebih jelas mengenai Bunyi Hukum Kicrhhoff I, silakan lihat rumus dan
rangkaian sederhana dibawah ini :
Berdasarkan Rangkaian diatas, dapat dirumuskan bahwa :
I1 + I2 + I3 = I4 + I5 + I6
Hukum Kirchoff II
Bunyi hukum kirchoff II :
“Total Tegangan (beda potensial) pada suatu rangkaian tertutup adalah nol”
Berdasarkan Rangkaian diatas, dapat dirumuskan bahwa :
Vab + Vbc + Vcd + Vda = 0
Sekian dulu ya postingan kali ini, sampai bertemu di postingan-postingan berikutnya ^^
Oh iyaa, kalo kamu bosen baca dan lebih suka mendengar, kamu bisa nonton video di bawah ini sambil belajar yahh ^^ Okayy see you next time ..









Tidak ada komentar:
Posting Komentar