Wavy Tail

Senin, 15 Januari 2018

Listrik Dinamis





Assalamu’alaikum Warohmatullah …. ^^

Hai sobat, gimana kabar kamu hari ini ? Admin ngarep banget nih saat kamu lagi baca postingan ini, hati kamu lagi bahagia, biar gak pusing belajarnya. Menurut kamu fisika itu gimana sih ? Bikin pusing kali ya, baru liat rumus-rumusnya aja udah tepok jidat apalagi ditambah kalo gurunya killer. Hmm, jadi makin malas aja belajar fisika. Eiiits, sabar dulu sobat. Kamu tau gak fisika itu penting banget dalam kehidupan loh, karena ternyata sangat banyak ilmu fisika yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tapi kadang kita gak tau kalo itu punya hubungan sama ilmu fisika. Contohnya nih, kenapa ya lampu bisa nyala ? yang pastinya lampu penting banget kan buat kehidupan kita ? bayangkan kalo kita belajar di malam hari tanpa cahaya lampu. So, fisika itu bukan hanya sebatas rumus-rumus ya ..

Oke, jadi postingan kali ini membahas tentang materi fisika yang ada hubungannya juga nih sama lampu, kira-kira materi apa ya ? Yaap, itu dia “Listrik Dinamis”. Sebenarnya yang dimaksud dengan listrik dinamis apa ya ? Kalo statis kan diam, dinamis bergerak, berarti listrik yang bergerak ? Benar gak sih ?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, yuukkk simak pembahasan di bawah ini  !
 
Selamat belajar ..
 

Listrik Dinamis 
Listrik dinamis adalah aliran partikel bermuatan dalam bentuk arus listrik yang dapat menghasilkan energi listrik. Listrik dapat mengalir dari titik berpotensial lebih tinggi ke titik berpotensial lebih rendah apabila kedua titik tersebut terhubung dalam suatu rangkaian tertutup.

Nah, sekarang sudah tau kan pengertian listrik dinamis ..

Dalam listrik dinamis kita akan mempelajari tentang komponen-komponen penyusun rangkaian, susunan rangkaian dan hukum-hukum yang berlaku pada rangkaian tersebut.

Kuat Arus Listrik (I)

Aliran listrik ditimbulkan oleh muatan listrik yang bergerak di dalam suatu penghantar. Arah arus listrik (I) yang timbul pada penghantar berlawanan arah dengan arah gerak elektron. Muatan listrik dalam jumlah tertentu yang menembus suatu penampang dari suatu penghantar dalam satuan waktu tertentu disebut sebagai kuat arus listrik. Jadi kuat arus listrik adalah jumlah muatan listrik yang mengalir dalam kawat penghantar tiap satuan waktu. Jika dalam waktu t mengalir muatan listrik sebesar Q, maka kuat arus listrik I adalah:









Beda Potensial (V)


Terjadinya arus listrik dari kutub positif ke kutub negatif dan aliran elektron dari kutub negatif ke kutub positif, disebabkan oleh adanya beda potensial antara kutub positif dengan kutub negatif, dimana kutub positif mempunyai potensial yang lebih tinggi dibandingkan kutub negatif. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa arus listrik timbul jika ada perbedaan potensial. Beda potensial antara kutub positif dan kutub negatif dalam keadaan terbuka disebut gaya gerak listrik dan dalam keadaan tertutup disebut tegangan jepit.

Hukum Ohm

“Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”.



Secara Matematis, Hukum Ohm dapat dirumuskan menjadi persamaan seperti dibawah ini :

V = I x R
I = V / R
R = V / I


Susunan komponen-komponen listrik dalam rangkaian



Komponen sebuah rangkaian listrik atau rangkaian elektronik dapat dihubungkan dengan berbagai cara. Dua tipe paling sederhana adalah rangkaian seri dan parallel. Rangkaian yang disusun secara sejajar disebut rangkaian seri, sedangkan rangkaian yang disusun secara berderet disebut rangkaian paralel. Komponen yang tersusun seri akan terhubung melalui satu jalur, sehingga aliran arus listrik akan mengalir ke semua komponen. Pada rangkaian paralel, tegangan yang melewati tiap komponen adalah sama, dan total arus adalah jumlahan arus yang melewati tiap komponen .


Dalam praktek kehidupan sehari-hari, komponen-komponen listrik seperti lampu dirangkai secara seri atau paralel. Jaringan listrik di rumah misalnya dirangkai secara paralel. Itulah sebabnya ketika salah satu jaringan lampu di rumah putus maka lampu yang lain tidak padam.

Rangkaian Seri
Bila dilihat dari cara penyusunannya, maka rangkaian seri di susun dengan cara bersambung atau sejajar. Contohnya dalam kehidupan sehari-hari adalah pada lampu senter yang komponen baterainya disusun berurutan.

Rangkaian Paralel
Penyusunan komponennya dengan cara berderet. Kalau rangkaian ini contohnya adalah lampu listrik yang biasa kita gunakan dirumah. 
 
Gambar disamping adalah rangkaian bercabang dengan hambatan disusun secara paralel. Pada rangkaian bercabang, maka jumlah kuat arus yang masuk titik cabang sama dengan jumlah kuat arus yang meninggalkan titik cabang tersebut. Sehingga :


Nah, ana mau kasi tau nih, kalo kalian mau mencoba mengukur arus, tegangan dan mau nyoba nyusun rangkaian tapi gak punya alat bahan, sekarang udah ada loh software yang mantep banget buat simulasi. Kita jadi ngerasa kayak di lab beneran. Software ini manfaatnya sebagai lab virtual. So, gak usah cemas kalo gak punya alat bahan. Nama softwarenya adalah multisim13 dan Circuit Wizard. Kalo ana sih lebih suka sama circuit wizard, tampilannya lebih menarik dan instrumennya udah 3D loh ^^ kerrreeeeen banget deh.

Ini gambar simulasi yang pernah ana coba :



Gimana ??? Kereen kan ???
Selain itu ada juga software Live Wire, lebih lanjut tentang software yang satu ini ayo KLIK DISINI.

Yuuup, sekarang kita lanjut lagi materinya.

Kalo kalian bingung bedain rangkain seri dan paralel, kalian bisa lihat ilustrasi di atas. Gambar 1 adalah ilustrasi rangkaian seri dan gambar 2 adalah ilustrasi rangkaian paralel.

Hukum Kirchoff

Hukum Kirchhoff merupakan salah satu hukum dalam ilmu Elektronika yang berfungsi untuk menganalisis arus dan tegangan dalam rangkaian. Hukum Kirchoff pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli fisika Jerman yang bernama Gustav Robert Kirchhoff (1824-1887) pada tahun 1845. Hukum Kirchhoff terdiri dari 2 bagian yaitu Hukum Kirchhoff I dan Hukum Kirchhoff II.


Hukum Kirchoff I


Merupakan Hukum Kirchhoff yang berkaitan dengan dengan arah arus dalam menghadapi titik percabangan. Hukum Kirchhoff 1 ini sering disebut juga dengan Hukum Arus Kirchhoff atau Kirchhoff’s Current Law (KCL).

Bunyi Hukum Kirchhoff 1 adalah sebagai berikut :
“Arus Total yang masuk melalui suatu titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan arus total yang keluar dari titik percabangan tersebut.”

Untuk lebih jelas mengenai Bunyi Hukum Kicrhhoff I, silakan lihat rumus dan rangkaian sederhana dibawah ini :


Berdasarkan Rangkaian diatas, dapat dirumuskan bahwa :



I1 + I2 + I3 = I4 + I5 + I6


Hukum Kirchoff II


Bunyi hukum kirchoff II :
“Total Tegangan (beda potensial) pada suatu rangkaian tertutup adalah nol”
 
Berdasarkan Rangkaian diatas, dapat dirumuskan bahwa :
Vab + Vbc + Vcd + Vda = 0







Sekian dulu ya postingan kali ini, sampai bertemu di postingan-postingan berikutnya ^^

Oh iyaa, kalo kamu bosen baca dan lebih suka mendengar, kamu bisa nonton video di bawah ini sambil belajar yahh ^^ Okayy see you next time ..

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar